INDEPENDENT TRADER’s

– by dj_hetick –

Dasar Foreign Exchange [FOREX] Trading

Ditulis oleh djhetick di/pada 23 Mei 2008

Pendahuluan

Foreign Exchange Trading merupakan perdagangan/ transaksi nilai tukar mata uang yang banyak dimanfaatkan sebagai sarana investasi, oleh kalangan industriawan, pemerintah, lembaga-lembaga tertentu maupun individual untuk meningkatkan keuntungan mereka atau menjaga stabilitas ekonomi mikro maupun makro.

Bagi perusahaan multi nasional yang berorientasi ekspor, perdagangan mata uang sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas produksi dan memudahkan perhitungan anggaran perusahaan selanjutnya, transaksi dengan tujuan tersebut umumnya dikenal dengan Hedging (lindung nilai).

Bagi pemerintah, perdagangan mata uang sangat terpaut erat dengan kebijaksanaan moneter. Pemerintah dapat dengan mudah melakukan Monetary Adjustment pada pasar valuta asing untuk mencapai tujuan ekonomi negara karena tingkat liquiditasnya yang tinggi. Dengan demikian, melalui sikap yang diambil dalam pasar Valuta, tujuan ekonomi suatu negara dapat terlihat dengan jelas.

Sementara bagi lembaga keuangan dan individual, pasar tersebut dijadikan sebagai wahana investasi yang menjanjikan keuntungan lebih dari sektor lain.

Sejarah Singkat Munculnya Foreign Exchange Market

The Gold Exchange dan perjanjian Bretton Woods

Menjelang akhir era 1960-an, Bank Chicago pernah menolak permohonan pinjaman seorang Professor universitas berupa sejumlah mata uang Inggris. Ia menganggap bahwa nilai currency tersebut sudah terlalu tinggi dibanding Dollar Amerika, sehingga ia bermaksud untuk menjualnya di pasar.

Rencananya pada saat nilai Poundsterling tersebut mulai melemah dibanding Dollar Amerika ia akan melakukan pembelian kembali dan membayar hutangnya kepada Bank, dan kemudian mengantongi keuntungan yang tersisa.

Penolakan bank Chicago tersebut dikarenakan adanya perjanjian Bretton Woods yang telah disepakati 20 tahun sebelumnya.

Perjanjian Bretton Woods dirumuskan pada tahun 1944 bertujuan untuk mendirikan stabilitas moneter internasional dan mencegah kaburnya arus dana keluar negeri, disamping tetap memberi sikap tegas terhadap spekulan mata uang.

Prioritas utama perjanjian ini adalah untuk mengatasi dominasi pertukaran emas terhadap perekonomian dunia. Pada masa pertukaran emas, mata uang mengalami beberapa tahap stabilitas, dan dalam prosesnya telah menghapus peraturan lama yang memungkinkan raja atau pembuat peraturan mencetak dan memperbanyak mata uang secara semena-mena yang akhirnya menimbulkan tekanan inflasi yang tinggi.

Tetapi sistim pertukaran emas tidak kekurangan kelemahan, ketika pertumbuhan ekonomi mulai menguat, terjadi impor emas dalam skala besar dari negara lain, yang membuat arus uang yang keluar sangat besar dan menyebabkan peredaran uang di dalam negeri menjadi sangat sedikit. Hal tersebut memicu kenaikan suku bunga dan memperlambat aktivitas ekonomi yang mendorong negara ke dalam resesi.

Akhirnya, harga barang menjadi sangat rendah dan menimbulkan arus pembelian yang sangat besar dari negara lain, yang kemudian menciptakan cadangan emas baru, hal tersebut akan terus berlanjut sampai mampu menyuplai cukup uang didalam negeri dan mendorong perekonomian tumbuh kembali.

Setelah Perang Dunia I, perjanjian Bretton Woods ditemukan, dimana negara partisipan setuju untuk memelihara dan menentukan nilai mata uang mereka sendiri dibanding Dollar.

Negara-negara dilarang mendevaluasi mata uang untuk keuntungan perdagangan mereka, pendevaluasian hanya disetujui jika kurang dari 10%.

Namun dalam tahun 1950 terjadi ledakan arus modal yang didorong oleh kebutuhan pengembangan pasca perang dunia. Hal tersebut mendorong tidak stabilnya mata uang sebagaimana yang telah disepakati di dalam perjanjian Bretton Woods.

Perjanjian tersebut akhirnya ditinggalkan pada tahun 1971, dan Dollar Amerika tidak pantas lagi disetarakan dengan emas. Pada tahun 1973, mata uang negara-negara industri menjadi semakin mengambang (Floating), yang kendali utamanya dipegang oleh kekuatan penawaran dan permintaan yang terjadi di Foreign Exchange Market. Pasar terus mengambang dengan volume dan fluktuasi yang tinggi sejak era 1970-an, dan memberikan kesempatan munculnya instumen baru dalam pasar uang, deregulasi pasar dan liberalisasi perdagangan.

Pada tahun 1980-an penyebrangan arus modal bertambah cepat dengan adanya peningkatan komputerisasi dan teknologi, hingga menerobos benua Asia, Eropa dan Amerika. Transaksi perdagangan meningkat pesat dari $ 70 billion dalam satu hari pada tahun 1980-an menjadi $ 1,5 trillion/ hari dalam dua dekade berikutnya.

Ledakan pada pasar Eropa

Katalisator utama terhadap percepatan Foreign Exchange trading adalah tumbuh pesatnya eurodollar market, dimana US Dollar sangat banyak didepositokan di luar negeri.

Ledakan tersebut dimulai tahun 1950-an ketika semua pendapatan hasil penjualan minyak Rusia dalam bentuk Dollar dan didepositikan diluar Amerika Serikat karena adanya ketakutan dana tersebut akan dibekukan oleh pemerintah Amerika. Hal tersebut menimbulkan kenaikan jumlah Dollar yang beredar dinegara lain diluar pengawasan Amerika.

Dilain pihak Euromarket, jauh lebih menarik dibanding pasar Amerika, dengan peraturan yang lebih lunak dan mampu menawarkan hasil yang lebih tinggi. Sehingga pada akhir tahun 1980-an perusahaan-perusahaan Amerika mulai mengambil pinjaman dari luar negaranya, dan menemukan Euromarket sebagai pasar paling liquid, yang menyediakan pinjaman jangka pendek untuk membiayai aktifitas ekspor dan impor.

Pada saat itu London masih tetap menjadi pasar utama dunia, dan pada tahun1980, ia juga menjadi pusat pasar bagi eurodollar, proses tersebut berkembang ketika bank Inggris mulai meminjamkan dollarnya sebagai alternatif terhadap Pound agar dapat mempertahankan posisi mereka sebagai pemimpin di pasar keuangan global. Lokasi geografis yang strategis di London (beroperasi antara pasar Asia dan Amerika) juga menjadi instrumen pendukung untuk mendominasi Euromarket.

Ulasan Foreign Exchange

Penjelasan

Investasi forex adalah investasi yang sangat berpeluang besar dibisnis financial ,tidak seperti bisnis lainnya pasar forex buka 24 jam sehari dengan volume transaksi sebesar $ 1,8Tlillion per hari ,dimana market forex adalah market yang sangat likuid tidak seperti instrument transaksi yang lainnya bisnis forex bukan bisnis yang fixed income ,transaksi di market forex dapat dilakukan oleh seorang trader dari perusahan futures yang resmi dan telah memiliki ijin, transaksi bisa silakukan dengan metode konvensional maupun online trading melalui internet.

Dalam melakukan transaksi kita dapat melakukan dengan menggunakan Mekanisme two ways opportunity yang artinya kita dapat mendapatkan keuntungan dari dua arah baik saat harga bergerak naik atau pun bergerak turun ini adalah salah satu keunggulan dalam bertransaksi forex walaupun termasuk haigh risk namun juga high return seperti halnya kita bila berinvestasi di manapun yang namanya resiko pasti ada di forex resiko kerugian yang akan kita hadapi tergolong besar namun dengan resiko keuntungan yang besar pula,keadaan tersebut jangan dijadikan suatu kekawatiran yang mendalam karna kita mempunyai management resiko untuk meminimalkan kerugian yang akan kita hadapi kelak. kita ketahui bersama bahwa 70 % – 90 % dalam bertransaksi forex adalah speculative.

Pasar valuta asing (Foreign Exchange Market) tidak beroperasi sebagaimana layaknya pasar biasa. Pada pasar valuta asing tidak tersedia tempat dimana para pembeli dan penjual bertemu untuk mengadakan transaksi seperti pasar tradisional. Pasar valuta asing terbentuk oleh supply dan demand dari pelaku pasar melalui jaringan telekomunikasi canggih.

Jenis Perdagangan

Adapun mata uang yang di transaksikan di sini adalah Mata uang Direct dan Indirect yang ditransaksikan sebagai berikut :

EUR / USD European Euro against United State Dollar (Indirect currency)

USD / JPY United State Dollar against Japanese Yen (Direct currency)

GBP / USD Great Britain Pound Sterling against United State Dollar (Indirect currency)

USD / CHF United State Dollar against Swiss Franc (Direct currency)

AUD / USD Australian Dollar against United State Dollar (Indirect currency)

Selain mata uang direct dan indirect yang di perdagangkan di atas ada juga perdagangan cross rate, antara lain :

GBP / JPY Great Britain Pound Sterling against Japanese Yen

EUR / CHF European Euro against Swiss Franc

EUR / JPY European Euro against Japanese Yen

EUR / GBP European Euro against Great Britain Pound Sterling

GBP / CHF Great Britain Pound Sterling against Swiss Franc

Faktor2 yang Berpengaruh

Faktor yang mempengaruhi USD/JPY

Ministry of Finance: MoF adalah institusi politik dan moneter yang terpenting di jepang. Ia mampu memberikan arah pergerakan pasar, perannya terhadap pasar lebih besar dari menteri keuangan yang ada di Amerika, Inggris dan Jerman. Pejabat MoF sering membuat pernyataan tentang keadaan ekonomi yang mempunyai hubungan erat dengan Yen. Penyataan tersebut termasuk verbal intervention yang berisi kesenangan atau ketidaksenangan terhadap penguatan atau pelemahanYen.

Pejabat penting yang paling berpengaruh terhadap pasar adalah:

Pejabat

Posisi

Sadakazu Tanigaki

Finance Minister

Haruhiko Kuroda

Vice-Minister for International Affairs

Zembei Mizoguchi

Head of MoF’s International Bureau

Eisuke Sakakibara

Former Vice-Minister of International Aaffairs

Toshihiko Fukui

BoJ Governor

Kaoru yosano

Head of Economic and Fiscal Policy Agency

Taro aso

Minister of International Trade and Industry

Osamu Watanabe

Vice-Minister of International Trade and Industry

“Eisuke Sakakibara” juga dikenal dengan Mr. Yen, karena kemampuannya untuk meggerakkan pasar dengan pernyataan-pernyataannya, walaupun Haruhiko Kuroda telah menggantikan posisinya, ia tetap masih datang dan memberikan pernyataan yang bisa menggerakan pasar.

Bank of Japan (BoJ): Tahun 1998, Jepang telah membiarkan Bank sentralnya (BoJ) beroperasi sendiri (Independen) tanpa campur tangan pihak pemerintah (MoF) dan menyerahkan pengawasan penuh terhadap jalannya kebijakan moneter, sementara MoF hanya berhubungan dalam tugasnya untuk membuat kebijakan moneter.

Interest Rates: Overnight Call Rate adalah kunci suku bunga jangka pendek interbank. Call rate diawasi oleh BoJ melalui operasi pasar terbuka (open market operations) yang didisain untuk mengatur liquiditas. BoJ menggunakan call rate untuk memberikan signal terhadap perubahan kebijakan moneter yang berpengaruh terhadap currency.

Japanese Government Bonds (JGBs): BoJ membeli 10 dan 20-tahun JGB setiap bulan untuk mengucurkan liquiditas kedalam system moneter. Angka index 10-tahun JGB dapat digunakan sebagai indicator kunci untuk menentukan long-term interest rates. Perbedaan antara 10-tahun JGB dengan US 10-year treasury notes, adalah kendali penting terhadap pergerakan harga USD/JPY. Turunnya JGBs (JGB yield naik) biasanya mendorong pergerakan Yen.

Economic and Fiscal Policy Agency: Secara resmi menggantikan kekuatan Economic Planning Agency (EPA) pada tanggal 6 Januari, 2001. Agen pemerintah ini bertanggung jawab untuk merumuskan program rencana program ekonomi dan mengkoordinir kebijakan ekonomi termasuk, employment, international trade dan foreign exchange.

Taro Aso ditunjuk pada Januari 2001 menggantikan Fukushiro Nukaga.


Ministry of International Trade and Industry (MITI): Institusi pemerintah yang bertujuan untuk mendukung kepentingan industri Jepang dan menyokong kemampuan bersaing di perusahaan Jepang di pasar Global. Kemampuan MITI tidak lagi sekuat tahun 1980-an dan permulaan 1990-an, ketika hubungan perdagangan Amerika-Jepang masih sebagai topik panas di FX market.

Economic Data: Item data yang paling penting di Jepang adalah; GDP, Tankan survey (business sentiment dan expectations survey yang dirilis per quartal); international trade; unemployment; industrial production dan money supply (M2+CD).

Nikkei-225: Sebagai leading stock index di Jepang. Pelemahan Yen biasanya mengangkat harga saham perusahaan yang berorientasi ekspor, yang cenderung dapat mengangkat keseluruhan stock index di Jepang. Hubungan Nikkei-yen kadang kala terbalik, ketika pasar index mengalami penguatan terkadang cenderung menguatkan Yen (menurunkan USD/JPY).

Cross Rate: USD/JPY exchange rate hampir selalu dipengaruhi oleh pergerakan cross exchange rates (non-dollar exchange rates) seperti EUR/JPY or EUR/USD. Pengaruh bisa sangat kuat, bahkan mencapai lebih dari 50%. Biasanya pergerakan cross exchange rates jika terjadi sentimen baik atau buruk antara Jepang dan Euro zone.

Faktor yang mempengaruhi EUR/USD

Eurozone: Ke 12 negara yang telah bergabung bersama euro adalah: Jerman, Francis, Italia, Supanyol, Belanda, Belgia, Austria, Finlandia, Portugis, Irlandia, Luxembourg dan Yunani.

European Central Bank (ECB): Mengontrol kebijakan moneter untuk kawasan Euro. Jajaran pengambil keputusan merupakan perwakilan yang terdiri dari pejabat gubernur bank sentral masing-masing negara.

Jabatan yang ada di European Central Bank adalah, presiden dan wakil presiden beserta empat orang anggota. Berikut detailnya;

Pejabat

Posisi

Negara asal

Jean – Claude trichet

ECB President

France

Lucas D. papademos

Vice President

Yunani

Lorenzo bini smaghi

Board Member

Italia

Jose manuel gonzales paramo

Board Member

Spanyol

Jurgen stark

Board Member

Jerman

Gertrude tumpel – gugerell

Board Member

Austria

Gubenur Bank Sentral terpilih masing-masing negara;

-Guy Quaden, Governor, Nationale Bank van België / Banque Nationale de Belgique

-Zdeněk Tůma, Governor, Česká národní banka

-Nils Bernstein, Governor, Danmarks Nationalbank

-Axel A. Weber, President, Deutsche Bundesbank

-Andres Lipstok, Governor, Eesti Pank

-Nicholas C. Garganas, Governor, Bank of Greece

-Miguel Ángel Fernández Ordóñez, Governor, Banco de España

-Christian Noyer, Governor, Banque de France

-John Hurley, Governor, Central Bank and Financial Services Authority of Ireland

-Mario Draghi, Governor, Banca d’Italia

-Christodoulos Christodoulou, Governor, Central Bank of Cyprus

-Ilmārs Rimšēvičs, Governor, Latvijas Banka

-Reinoldijus Šarkinas, Chairman of the Board, Lietuvos bankas

-Yves Mersch, Governor, Banque centrale du Luxembourg

-Zsigmond Járai, President, Magyar Nemzeti Bank

-Michael C Bonello, Governor, Central Bank of Malta

-Nout Wellink, President, De Nederlandsche Bank

-Klaus Liebscher, Governor, Oesterreichische Nationalbank

-Leszek Balcerowicz, President, Narodowy Bank Polski

-Vítor Manuel Ribeiro Constâncio, Governor, Banco de Portugal

-Mitja Gaspari, Governor, Banka Slovenije

-Ivan Šramko, Governor, Národná banka Slovenska

-Erkki Liikanen, Governor, Suomen Pankki – Finlands Bank

-Stefan Ingves, Governor, Sveriges Riksbank

-Mervyn King, Governor, Bank of England

Target Kebijakan ECB: ECB bertujuan untuk menciptakan stabilitas harga. Untuk menjaga stabilitas tersebut, European Central Bank menggunakan 2 pilar utama kebijakan moneter.

Memperkirakan perkembangan dan resiko dari terciptanya stabilitas harga. Stabilitas harga diterjemahkan sebagai kenaikan dari Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) dibawah 2%. Data tersebut dapat digunakan sebagai indicator dan perkiraan untuk mengenali ancaman jangka menegah terhadap stabilitas harga.

Pilar kedua adalah pertumbuhan moneter yang diukur dengan peningkatan M3, yang diharapkan sesuai dengan ukuran referensi yang ada, yaitu sebesar 4,5% pertumbuhan tahunan.

European Central Bank melakukan pertemuan rutin setiap hari Kamis untuk mengumumkan keputusan tentang interest rate yang diambil. Pada pertemuan pertama dalam setiap bulan European Central Bank melakukan konferensi pers untuk menjelaskan pandangannya akan kebijakan moneter dan keadaan ekonomi secara keseluruhan.
Interest Rates: Refinancing rate dari European Central Bank adalah kunci suku bunga perbankan yang akan digunakan untuk mengelola liquiditas.

Eurodeposit (Euribor): Interest rate dalam 3-bulan Euribor, yang disimpan di bank-bank diluar Eurozone. Euribor dapat digunakan sebagai tolok ukur yang berarti untuk menentukan interest rate differential untuk membantu memperkirakan exchange rates. Sebagai contoh semakin tinggi interest rate differential dalam membantu euribor terhadap eurodollar deposit, maka semakin tinggi kemungkinan EUR/USD mengalami kenaikan. Kadangkala, hubungan ini juga tidak berjalan dengan baik karena adanya factor lain.


Government Bonds: Hal lain yang bisa mengendalikan pergerakan EUR/USD adalah perbedaan interest rate antara Amerika dan Eurozone. 10-tahun Bund Jerman biasanya digunakan sebagai indicator. Ketika rate 10-tahun Bund berada dibawah 10-tahun note Amerika, dan semakin sempitnya perbedaan area tersebut (seperti naiknya yield Jerman atau turunnya yield Amerika atau keduanya) secara teori dapat menolong penguatan EUR/USD. Melebarnya area tersebut dapat berdampak sebaliknya. Jadi perbedaan 10-tahun US note – Jerman bund sangat pantas untuk diwaspadai. Trend dalam pergerakan ini biasanya lebih penting dari pada nilai tetap yang ditetapkan pemerintah (absolute value).

Negara

Menteri Keuangan

Jerman

Peer steinbruck

Francis

Thierry breton

Italia

Tommaso padoa-schioppa


Economic Data: Data ekonomi yang paling penting untuk diawasi adalah data dari Jerman. Data kuncinya biasanya GDP, Inflasi (CPI dan HICP), Industrial Production, dan Unemployment. Data dari Jerman yang paling umum dianggap sebagai kunci adalah IFO survey, yang berisi tentang indicator dari business confidence. Data penting lain adalah budget deficit dari masing-masing negara pendukung Euro, yang menurut stabilitas dan perjanjian pertumbuhannya harus bisa dipertahankan dibawah area 3% dari GDP. Setiap negara juga mempunyai target untuk mengurangi budget defisitnya masing-masing, dan jika terjadi kegagalan untuk memenuhi target tersebut, maka akan berdampak tidak baik bagi Euro.


Cross Rate: EUR/USD terkadang dipengaruhi oleh pergerakan cross exchange rate seperti EUR/ JPY.


Euro Futures Contract (Euribor): Kontrak tersebut menggambarkan perkiraan pasar akan 3-bulan euro-Euro deposits (euribor) di masa depan. Perbedaan antara futures contracts dalam 3-bulan cash eurodollar dan dalam euro-Euro deposit merpakan variable penting untuk memperkirakan EUR/USD.


Indikator lain:
Ada korelasi negatif yang sangat kuat antara EUR/USD dan USD/CHF, yang menggambarkan korelasi positif antara Swiss Franc dengan Euro. Hubungan ini terjadi dikarenakan Ekonomi Swiss sangat tergantung pada perekonomian kawasan Eropa. Dalam banyak kasus kejatuhan EUR/USD biasanya diikuti oleh kenaikan USD/CHF, begitu juga kebalikannya. Kecuali jika ada perbedaan data yang cukup signifikan dan pengaruh EUR/CHF.

Faktor Politik: Seperti yang terjadi di semua exchange rate, EUR/USD dapat sangat dipengaruhi oleh instabilitas politik, seperti adanya ancaman terhadap koalisi antara Jerman, Italia dan Francis. Instabilitas politik atau keuangan di Russia juga sebagai lampu merah untuk EUR/USD, sebab investasi Jerman yang sangat besar ada di Russia.

Faktor yang mempengaruhi USD/CHF

Swiss National Bank (SNB): Swiss National Bank mempunyai karakter tersendiri dalam mengatur kebijakan moneter dan Exchange Rate. Ia tidak menggunakan money market khusus untuk memandu kondisi moneter. Sampai kejatuhan tahun 1999, Bank tersebut menggunakan nilai tukar Foreign Exchange dan pembelian kembali beberapa surat berharga sebagai instrumen utama untuk mempengaruhi suplay uang dan interest rate.

Manajemen liquiditas tersebut telah mempengaruhi Swiss franc. Jika SNB ingin mengucurkan liquiditas, ia akan membeli foreign currency (biasanya dollars) terhadap Swiss francs, sampai dapat menekan mata uangnya sendiri.

Sejak bulan Desember 1999, Bank tersebut telah mengganti cara pendekatan moneter mereka denga (targeting money supply) pendekatan berdasarkan inflasi (inflation-based approach) dengan tingkat inflasi tahunan sebesar 2%. Swiss National Bank akan menggunakan range dalam 3-bulan London Interbank Offer Rate (LIBOR) untuk mengendalikan kebijakan moneter dalam upaya mencapai pertumbuhan inflasi sebesar 2% tersebut.

Pejabat SNB dapat berpengaruh terhdap pergerakan Swiss Franc melalui keputusan atau komentar baru tentang liquiditas, money supply dan currency itu sendiri.

Pejabat kunci SNB;

Pejabat

Posisi

Jean-Pierre Roth

Chairman

Bruno Gehrig

Vice Chairman

Niklaus Blattner

Member of Governing Board

Interest Rates: SNB menggunakan discount rate untuk mengumumkan adanya perubahan dalam kebijakan moneter. Perubahan ini mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap currency. Discount rate, bagaimanapun juga sangat jarang digunakan oleh SNB.

Euroswissfranc Deposits: Interest rate dalam 3-bulan Swiss yang disimpan di bank-bank di luar Switzerland dapat digunakan untuk membantu memperhitungkan pergerakan currency melalui penghiyungan interest rate differentials. Sebagai contoh, jika interest rate differential deposito eurodollar terhadap euroswiss mengalami kenaikan, maka USD/CHF juga akan mengalami kenaikan.

Swiss franc sebagai Safe-Haven currency: Swiss franc punya sejarah yang baik sebagai safe asset, dikarenakan ke-independen-an SNB dalam menjaga stabilitas moneter, kerahasiaan sistem perbankan nasinal, dan kenetralan posisi politik Switzerland di banding negara lain. Terlebih lagi, cadangan emas SNB sangat yang sangat besar mampu menjaga soliditas Swiss Franc.

Data ekonomi: Item data yang paling penting di rilis di Switzerland adalah: M3 ( mengukur money supply), CPI, unemployment, balance of payments, GDP dan industrial production.

Dampak Cross Rate: USD/CHF terkadang dapat dipengaruhi oleh pergerakan cross exchange rates (non-dollar exchange rates), seperti EUR/CHF atau GBP/CHF. Kenaikan GBP/CHF yang dipicu oleh kenaikan interest rate di UK, dapat memicu pelemahan CHF terhadap mata uang lain termasuk dollar.

Euroswiss Futures Contract: Kontrat tersebut menggambarkan harapan pasar terhadap 3-bulan euro swiss deposit di masa depan. Perbedaan antara futures Kontrak dalam 3-bulan eurodollar dan euroswiss deposit adalah variable yang penting untuk menentukan ekspektasi USD/CHF.

Faktor lain: Karena kedekatan ekonomi Swiss dengan kawasan Euro (khususnya Jerman), Swiss Franc mempunyai hubungan positif dengan euro. Hubungan ini berjalan negatif antara USD/CHF dengan EUR/USD contoh kenaikan EUR/USD (yang umumnya dipicu oleh faktor fundamental) akan diikuti oleh penurunan USD/CHF.

Faktor yang mempengaruhi GBP/USD (Cable)

Bank of England (BoE): BoE berjalan independen dalam mengatur kebijakan moneter untuk menciptakan stabilitas harga dan menyokong target pemerintah dalam menumbuhkan perekonomian dan tingkat pekerjaan. Tujuan stabilitas harga diciptakan pemerintah untuk memenuhi target inflasi, yang umumnya sebesar 2,5% pertumbuhan pada Retail Prices Index excluding mortgages (RPI-X). kemudian, disamping keindependenan dalam mengatur kebijakan moneter, BoE masih tergantung pada bagian treasury untuk mencapai target inflasi.

Monetary Policy Committee (MPC): Komite BoE tersebut bertanggung jawab terhadap pengambilan keputusan interest rate. Komite ini terdiri dari:

Pejabat

Posisi

Mr.Mervyn King

Central Bank Governor

Ms. Rachel Lomax

Deputy Governor

Sir. John gieve

Deputy Governor

Mr. Andrew Bailey

Executive Director

Prof. Charles bean

Executive Director

Mr. John Footman

Executive Director

Mr.Nigel Jenkinson

Executive Director

Mr. Paul Tucker

Executive Director

Interest Rates: Interest rate bank sentral adalah minimum rate pinjaman (rate dasar), yang digunakan untuk mengirim signal jelas terhadap perubahan kebijakan moneter yang diumumkan pada Minggu pertama setiap bulan. Perubahan terhadap rate dasar tersebut biasanya berdampak besar terhadap cable/ sterling. BoE juga mengatur kebijakan moneter melalui operasi pasar (daily market operations) dengan membeli bills pemerintah dari discount houses (khususnya lembaga yang memperdagangkan instrumen money market).

Gilts: Bond pemerintah biasanya disebut gilt-edged securities. Perbedaan selisih (Perbedaan dalam yield) antara yield gilts 10 tahun pemerintah Inggris dengan 10 tahun treasury note Amerika biasanya berdampak terhadap exchange rate. Sama halnya dengan perbedaan selisih antara gilts dan bund Jerman.

Deposit Eurosterling: Interest rate 3-bulan Sterling deposit yang ada di bank-bank diluar Ingris, dapat dijadikan sebagai indicator untuk menentukan interest rate differential yang berpengaruh terhadap exchange rate. Sebagai contoh GBP/USD. Semakin tinggi interest rate differential deposit eurodollar dengan eurosterling, maka semakin tinggi kemungkinan GBP/USD mengalami kejatuhan.

Treasury: Wewenang Treasury dalam mengatur kebijakan moneter sudah dihilangkan sejak tahun 1997 dan digantikan dengan BoE. Walaupun demikian peran Treasury masih berhubungan dengan pengaturan/ penentuan target inflasi yang harus dicapai oleh BoE dan masih membuat perjanjian-perjanjian kunci dalam bank sentral. Gordon Brown: Chancellor of the Exchequer (Head of Treasury).

Sterling dan keanggotaan European Monetary Unit (EMU): Perdana menteri Inggris, Tony Blair sering mempengaruhi pasar ketika ia membuat pernyataan tentang kemungkinan Sterling bergabung bersama Euro. Dalam usaha penggabungan tersebut, interest rate UK harus diturunkan sesuai dengan level Eurozone. Jika rakyat Inggris melakukan voting untuk mengadopsi Euro sebagai mata uangnya (yang diperkirakan akhir tahun 2001), Sterling akan diturunkan terhadap Euro, agar nilainya cukup menguntungkan bagi kalangan industri Inggris. Sehingga, setiap signal (pidato, keputusan dan polling) yang diindikasikan untuk mendekatkan UK dengan Euro dapat berpengaruh untuk menurunkan Sterling.

Data Economic: Item data ekonomi yang paling penting yang dirilis di UK adalah; Claimant unemployment (jumlah angkatan kerja yang tidak mendapatkan pekerjaan); claimant unemployment rate; average earnings; RPI-X; retail sales; PPI; industrial production; GDP growth; purchasing managers; surveys (manufacturing dan services); money supply (M4); balance of payments dan housing prices.

Eurosterling Futures Contract (short sterling): Kontrak tersebut menggambarkan harapan pasar akan 3-bulan euro sterling di masa datang. Perbedaan antara 3-bulan futures contracts eurodollar dan eurosterling deposit adalah variable yang penting untuk menentukan perkiraan GBP/USD.

FTSE-100: Top stock index di Inggris. Tidak seperti US atau Jepang, stock index utama Inggris hanya mempunyai pengaruh sedikit terhadap currency. Walaupun demikian, FTSE-100 dan the Dow Jones Industrial Index masih mempunyai hubungan positif yang sangat kuat dan berpengaruh terhadap pasar gobal.

Cross Rate: GBP/USD kadang-kadang dapat dipengaruhi oleh pergerakan cross exchange rate (non-dollar exchange rates) seperti EUR/GBP. Kenaikan EUR/GBP (penurunan Sterling) – yang dipicu oleh kuatnya perkiraan bergabungnya UK dengan Euro – dapat mendorong penurunan GBP/USD (cable). Sebaliknya, adanya laporan yang mengindikasikan bahwa UK mungkin tidak jadi bergabung dengan currency tunggal tersebut, dapat menurunkan cross rate EUR/GBP, dan menaikkan cable.

Waktu perdagangan

Waktu perdagangan diberlakukan berdasarkan waktu aktif dari kota-kota pusat keuangan dunia, berikut adalah rinciannya dalam waktu Indonesia Barat (WIB);

Pukul 04:30 Wellington (market open)

Pukul 05:30 Sydney

Pukul 07:30 Singapore, Hongkong,Tokyo

Pukul 14:00 Frankfurt, Paris, Zurich

Pukul 15:00 London

Pukul 19:30 New York

Pukul 03:30 New York (market closed)

Spesifikasi Kontrak Foreign Exchange

Major Currency

NO

Trading Time

Contract Size

Value/pips

Spread

Max Order

Margin/Lot

Fee/Lot

EUR/USD

Monday – Saturday

06:30 – 04:30

EUR 100’000

US$ 10

6

30

US$ 1’000

US$ 50

USD/JPY

USD 100’000

US$ 0,9

6

30

US$ 1’000

US$ 50

GBP/USD

GBP 100’000

US$ 10

6

30

US$ 1’000

US$ 50

USD/CHF

USD 100’000

US$ 0,9

6

30

US$ 1’000

US$ 50

AUD/USD

AUD 100’000

US$ 10

6

30

US$ 1’000

US$ 50

Transaksi ini menggunakan system margin trading, dimana setiap kontrak (lot) tidak perlu menyediakan dana senilai besarnya kontrak yang diperdagangkan. Hal ini memungkinkan para pelaku pasar bertransaksi dalam jumlah yang besar tetapi dengan dana yang relatif kecil.

Mekanisme Transaksi

Keunggulan investasi di sini adalah memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan fluktuasi harga naik atau turun (Two Ways Opportunity):

1. Bila harga cenderung naik maka transaksi dimulai dengan membuka kontrak beli (Open Buy), kemudian menutup dengan kontrak jual (Close Sell), sehingga kita dapat memperoleh keuntungan pada transaksi tersebut.

2. Bila harga cenderung turun maka kita dapat meraih keuntungan dengan cara menjual pada harga tinggi dan membelinya pada harga rendah. Transaksi ini dimulai dengan membuka kontrak jual (Open Sell), kemudian menutup posisi dengan kontrak beli (Close Buy).

Keterangan:

OB : Open Buy

OS : Open Sell

CB : Close Buy

CS : Close Sell

Market Analysis

A.Fundamental Analysis

Fundamental Analisis adalah suatu analisa yang didasarkan pada perubahan situasi atau kondisi politik, ,ekonomi, sosial, budaya dari suatu Negara dengan memperhatikan setiap informasi yang berhubungan langsung dengan kegiatan dibawah ini :

> Faktor Politik: Kebijakan politik yang mempengaruhi kestabilan ekonomi, keamanan suatu negara terutama negara maju.

> Faktor Ekonomi: Segala variable indicator ekonomi,seperti : Suku bunga ; Inflasi ; Perkembangan Ekonomi/GNP, Neraca pembayaran (BOP).

> Sosial Budaya: Kerusuhan, bencana Dll.

B.Technical Analysis

Technical analisis adalah suatu metode mengevaluasi fluktuasi index harga saham dan valuta asing yang berdasarkan pada data harga tertinggi dan terendah, serta harga penutupan pasar sebelumnya pada interfal waktu tertentu kemudian diformulasi dan di hitung secara matematis menurut ilmu statistic kemudian di jabarkan dalam bentuk grafik dan indicator pasar untuk memprediksi fluktuasi harga pasar yang akan datang dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

> Trend : Harga valas dan index bergerak seperti gelombang yang mempunyai puncak dan lembah, jika ditarik garis lurus pada puncak dan lembah maka terlihat Trend.

> Support level: adalah harga dimana permintaan melebihi penawaran dan cukup untuk menghentikan pergerakan harga menurun dan harga berbalik arah naik (Trend Bullish).

> Resistence level:adalah harga dimana penawaran melebihi permintaan dan cukup untuk menghentikan pergerakan harga naik kemudian harga berbalik cenderung turun (Trend Bearish).

> Moving Average: Trend harga rata-rata penutupan pada interval waktu tertentu.

> Stochastic indicator: Indikator pasar over sold or over bought.

Tinggalkan Balasan

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.